Oktober 3, 2009 pada 5:05 pm (Bersih Jiwa)
Tags: Bencana, Gempa, Iman, Musibah, Sabar, Takdir
Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Salawat dan salam semoga tercurah kepada teladan kaum beriman Muhammad bin Abdullah, dan juga para pengikutnya yang setia kepada ajaran-ajarannya di saat suka maupun duka. Amma ba’du.
Sesungguhnya musibah dan bencana merupakan bagian dari takdir Allah Yang Maha Bijaksana. Allah ta’ala berfirman,
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.” (QS. at-Taghabun: 11)
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Oktober 2, 2009 pada 10:08 am (Hukum)
Tags: Iman, Murtad, Kafir, Syirik, Pembatal Islam, Akidah islam, Sihir
Pengertian Islam
Islam dapat dipahami dengan memadukan beberapa pengertian. Pertama, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah, kamu dirikan sholat, kamu tunaikan zakat, kamu berpuasa Ramadhan, dan kamu menunaikan haji ke Baitullah jika kamu mampu untuk melakukan perjalanan ke sana.” (HR. Muslim). Dan juga sabda beliau, “Islam itu dibangun di atas lima perkara: hendaknya Allah itu ditauhidkan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafazh Muslim). Kedua, Islam itu mencakup 3 unsur pokok: kepasrahan kepada Allah dengan bertauhid, tunduk kepada-Nya dengan melakukan ketaatan, dan berlepas diri dari kemusyrikan dan pelakunya. Ketiga, Islam dengan makna Iman yaitu lawan dari kekafiran, sebagaimana kaidah yang dikenal di kalangan para ulama bahwa apabila kata islam disebutkan secara sendirian maka ia sudah mencakup iman, demikian pula sebaliknya. Adapun apabila islam disebutkan bersamaan dengan iman maka keduanya menunjukkan dua hal yang berlainan. Untuk bisa memahami pembatal keimanan terlebih dulu harus dipahami pengertian iman.
Baca entri selengkapnya »
1 Komentar
September 30, 2009 pada 3:30 pm (Kaidah Penting)
Tags: Ahlus Sunnah, Akidah, Iman, Tsalatsatu Ushul, Wahabi
Alhamdulillah. as-Sholatu was salamu ‘ala man la nabiyya ba’dah. Amma ba’d.
Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan mengenai judul risalah ini dan berbagai pelajaran berharga yang terkandung di dalamnya, sehingga risalah ini menjadi sebuah risalah yang penting bagi setiap muslim dan muslimah. Hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat penjelasan mengenai sebab keteguhan mereka dalam menghadapi cobaan di dunia yang berupa fitnah syubhat maupun syahwat, demikian juga keteguhan ketika menghadapi pertanyaan dua malaikat di dalam kubur. Nah, sekarang kita akan melanjutkan pembicaraan kita dengan membahas sebagian kandungan mukadimah kitab ini…
Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
September 28, 2009 pada 10:58 pm (Kaidah Penting)
Tags: Iman, Salafi, Istiqomah, Download Kajian, Kajian Islam, Hadits Arba'in
Alhamdulillah, as-Sholatu was salamu ‘ala Rosulillah. Amma ba’du.
Sesungguhnya keistiqomahan merupakan perkara yang sangat agung yang didambakan oleh setiap muslim. Bagaimana tidak, sementara setiap hari dia meminta kepada Allah dalam setiap raka’at sholat keistiqomahan di atas jalan yang lurus. Oleh sebab itu sebagian ulama salaf mengatakan bahwa, ‘al-Istiqomatu laa yuthiiquha illal akaabir’ artinya: ‘tidak ada yang sanggup untuk istiqomah kecuali orang-orang yang berjiwa besar’.
Baca entri selengkapnya »
1 Komentar
September 23, 2009 pada 9:56 am (Hukum)
Tags: Akhlak, Amal Solih, Birrul Walidain, Iman, Orang Tua
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah
Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :
Pertama.
Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan kepada seorang mu’min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
September 19, 2009 pada 10:10 am (Bersih Jiwa)
Tags: Cinta Dunia, Fitnah, Harta, Iman, Wanita, Zuhud
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ
“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
September 16, 2009 pada 1:02 am (Uncategorized)
Tags: Iman, Istighfar, Kisah Salaf, Takwa, Taubat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
September 10, 2009 pada 4:06 am (Jalan Lurus)
Tags: Dakwah, Iman, Manhaj Nabi, Persatuan, Umat Terbaik
[1] Dakwah merupakan jalan hidup Rasul dan pengikutnya
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, Inilah jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (QS. Yusuf : 108).
Berdasarkan ayat yang mulia ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengambil sebuah pelajaran yang amat berharga, yaitu : Dakwah ila Allah (mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah) merupakan jalan orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang beliau tuliskan di dalam Kitab Tauhid bab Ad-Du’a ila syahadati an la ilaha illallah (Ibthal At-Tandid, hal. 44).
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
September 9, 2009 pada 5:32 am (Bersih Jiwa)
Tags: Dosa, Iman, Istighfar, Maksiat, Taubat
Saudara-saudaraku, manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Semua orang pasti pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang rajin bertaubat kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Az-Zumar [39] : 53).
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
September 7, 2009 pada 11:41 pm (Jalan Lurus)
Tags: Amalan, Iman, Musibah, Nikmat, Sabar, Syukur
Allah ta’ala berfirman
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ كَلَّا
“Adapun manusia, apabila Rabbnya menimpakan ujian kepadanya dengan memuliakan dan mencurahkan nikmat kepadanya maka dia mengatakan, ‘Rabbku telah memuliakanku’. Dan apabila Dia mengujinya dengan membatasi rezkinya niscaya dia akan mengatakan, ‘Rabbku telah menghinakanku’. Sekali-kali bukan demikian…” (QS. al-Fajr :15-17)
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
« Entri lama