RSS

Arsip Tag: Tafsir

Pengaruh Iman Terhadap Sifat Rahmat Allah

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, mengimani sifat-sifat Allah adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Salah satu sifat Allah yang wajib untuk kita yakini adalah sifat rahmat/kasih sayang. Allah ta’ala memiliki sifat rahmat. Sifat ini telah ditetapkan di dalam al-Kitab maupun as-Sunnah.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2012 in Bersih Jiwa, Penjabaran, Tafsir

 

Tag: , , , , , , , , ,

Ciri Orang Yang Beriman

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.” (QS. Al-Anfal: 2)

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 5, 2012 in Bersih Jiwa, Jalan Lurus

 

Tag: , , , , , , , , ,

Surat al-Fatihah

Oleh: Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad

Surat Al Fatihah merupakan sebuah surat paling agung di dalam al-Qur’an. Hal itu berdasarkan hadits Abu Sa’id bin Al Mu’alla yang dikeluarkan oleh Al Bukhari (hadits nomor 4474). Surat ini telah mencakup ketiga macam tauhid: tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma’ wa shifat. Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah ta’ala dalam perbuatan-perbuatan-Nya, seperti: menciptakan, memberikan rezeki, menghidupkan, mematikan, dan perbuatan-perbuatan Allah ta’ala yang lainnya. Maknanya Allah itu esa dalam perbuatan-perbuatan-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal mencipta, menghidupkan dan mematikan makhluk.

Read the rest of this entry »

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 12, 2009 in Pelajaran Berharga, Penjabaran

 

Tag: , , , , , ,

Tanya Jawab Seputar Surat al-Fatihah

Bersama Syaikh Mushthafa al-Adawi
Bagian Pertama

Diterjemahkan secara bebas dari
at-Tas-hil li Ta’wil at-Tanzil, at-Tafsir fi Su’al wa Jawab
Juz 1, halaman 12-142

Tanya :
Surat al-Fatihah itu Makiyah atau Madaniyah, lalu apakah dalilnya?

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2009 in Penjabaran

 

Tag: , ,

TAFSIRAN KALIMAT TAUHID

Pahit tapi Nyata
Syaikh al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan, “…Sungguh mengherankan ada orang yang mengaku beragama Islam sementara dia sendiri tidak mengetahui tafsir kalimat ini, padahal orang-orang kafir yang bodoh saja mengetahuinya. Bahkan (lebih parah lagi) dia menyangka bahwa syahadat itu cukup dengan mengucapkan kata-kata saja tanpa keyakinan hati tentang kandungan maknanya. Orang yang cerdik diantara mereka bahkan ada yang mengira maknanya (kalimat tauhid) adalah : tiada yang mencipta, memberi rezki kecuali Allah, tiada yang mengatur segala urusan kecuali Allah. Oleh karenanya tidak terdapat kebaikan sama sekali pada diri seseorang yang orang-orang bodoh dari kaum kafir saja lebih paham darinya tentang kandungan makna la ilaha illallah” (Kasyfu Syubuhaat, dinukil dari at-Taudhihaat al-Kaasyifaat ‘ala Kasyfi Syubuhaat, Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Habdaan hal. 101)

Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2009 in Pelajaran Berharga, Pemurnian Ajaran

 

Tag: , ,

TUNJUKILAH KAMI KE JALAN YANG LURUS

Sepercik tafsir ayat ihdinash shirathal mustaqim

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, ”Seandainya bukan karena sedemikian besar kebutuhan hamba untuk memohon hidayah siang dan malam, niscaya Allah ta’ala tidak perlu membimbing hamba-Nya untuk melakukan hal ini. Karena sesungguhnya setiap hamba sangat membutuhkan pertolongan Allah ta’ala di sepanjang waktu dan keadaan agar petunjuk itu tetap terjaga, kokoh tertanam, semakin paham, meningkat, dan agar dia terus berada di atasnya…” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, I/37)

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 25, 2008 in Jalan Lurus, Pelajaran Berharga

 

Tag: , ,

TAFSIR IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IIN

Firman Allah (yang artinya), ”Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. al-Fatihah [1] : 5).

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menjelaskan :
Ayat ini bermakna; kami mengkhususkan ibadah dan permintaan tolong tertuju hanya kepada-Mu. Sebab didahulukannya penyebutan objek pembicaraan (Engkau, yaitu Allah) menunjukkan ada maksud pembatasan. Hakikat dari pembatsan itu adalah menetapkan suatu hukum terhadap objek yang disebutkan serta menafikannya dari segala sesuatu selainnya. Seolah-olah orang ini mengatakan; Kami beribadah kepada-Mu dan tidak akan beribadah kepada selain diri-Mu. Dan kami juga meminta pertolongan kepada-Mu dan tidak akan meminta pertolongan kepada selain diri-Mu. Didahulukannya (penyebutan) ibadah sebelum permintaan tolong merupakan bentuk ungkapan mendahulukan sesuatu yang bersifat umum sebelum yang bersifat khusus. Selain itu motifnya adalah untuk menunjukkan bahwa hak Allah ta’ala harus dijunjung tinggi di atas hak semua hamba-Nya.

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 8, 2008 in Penjabaran, Tafsir

 

Tag: