RSS

Arsip Tag: Dakwah Nabi Ibrahim

HAKEKAT AJARAN NABI IBRAHIM

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata :
Ketahuilah –semoga Allah membimbingmu untuk menaati-Nya- sesungguhnya hakikat al-hanifiyah millah Ibrahim adalah engkau beribadah kepada Allah semata dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya. Dengan maksud itulah seluruh umat manusia diciptakan oleh Allah.

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2008 inci Dakwah, Jalan Lurus, Pelajaran Berharga

 

Tag: , , ,

MENYIKAPI KEKAFIRAN DAN PELAKUNYA

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dari dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman (beribadah) kepada Allah semata…” (QS. Al Mumtahanah : 4)

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2008 inci Pemurnian Ajaran, Penjabaran

 

Tag: ,

TIGA KAIDAH PENTING

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata [dalam kitabnya Tsalatsatu Ushul, lihat Majmu’at At-Tauhid, hal. 18-19] :

Saudaraku, semoga Allah merahmatimu. Perlu engkau ketahui bahwa setiap muslim dan muslimah wajib mempelajari tiga perkara ini dan beramal dengannya :

Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 15, 2008 inci Kaidah Penting

 

Tag: , ,

NABI IBRAHIM MENUMPAS KEMUSYRIKAN

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Muhammad), dan adalah Kami mengetahui keadaannya. Ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya. ”Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya ?” Mereka menjawab, ”Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.” Ibrahim berkata, ”Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata.” Mereka menjawab, ”Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?” Ibrahim berkata, ”Sebenarnya Rabb-mu adalah Rabb yang menguasai langit dan bumi dan yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu. Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.” Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong, kecuali yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali untuk bertanya kepadanya. Mereka berkata, ”Siapakah yang melakukan perbuatan ini kepada tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zhalim.” Mereka berkata, ”Kami mendengar ada seoang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” Mereka berkata, ”Kalau demikian maka bawalah dia dengan cara yang bisa dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan.” Mereka bertanya, ”Apakah kamu yang melakukan perbuatan-perbuatan ini kepada tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” Ibrahim menjawab, ”Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala-berhala itu jika mereka dapat berbicara.” Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata, ”Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” Kemudian kepala mereka menjadi tertunduk lalu berkata, ”Sesungguhnya kamu hai Ibrahim telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.” Ibrahim berkata, ”Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak pula memberi mudharat kepadamu. Ah, celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami ?” Mereka berkata, ”Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.” Kami berfirman, ”Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” Mereka hendak berbuat makar kepada Ibrahim, maka kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.” (QS. al-Anbiya’ [21] : 51-70)

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 15, 2008 inci Kisah, Penjabaran

 

Tag:

DIALOG NABI IBRAHIM DENGAN AYAHNYA

Allah ta’ala menceritakan (yang artinya), “Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi. Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, Maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan”. Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak mau berhenti niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”. Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku”. Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya’qub. dan masing-masingnya Kami angkat menjadi Nabi. Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.” (QS. Maryam [19] : 41-50)

Dalam rangkaian ayat ini, banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik, antara lain :

Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 8, 2008 inci Kisah, Pelajaran Berharga

 

Tag: ,