RSS

Dimanakah Para Da’i dan Murobbi?

10 Mar

tauhid-beres-negara-sukses

Segala puji bagi Allah, yang menunjukkan kepada kita tauhid dan menyelamatkan kaum beriman dari gelapnya syirik. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi akhir zaman, penyeru manusia kepada jalan Allah di atas landasan ilmu yang nyata. Amma ba’du.

‘Tauhid Beres Negara Sukses’ sebuah buku yang ditulis oleh Ustadz Sufyan Baswedan, M.A. hafizhahullah baru saja menghampiri alam pikiran saya. Paragraf demi paragraf dan kisah demi kisah yang ada di dalamnya pun mendobrak semangat dan menumbuhkan kesadaran di dalam jiwa, setelah taufik dari Allah tentu saja.

Buku inilah kiranya salah satu diantara buku-buku yang semestinya menjadi bahan renungan segenap keluarga muslim di berbagai penjuru Nusantara. ‘Tauhid Beres Negara Sukses’ menggambarkan kepada kita tentang realitas berhalaisme yang mengurat dan mengakar di masyarakat -bahkan di Timur Tengah sana, yang konon diidentikkan dengan peradaban dan kebudayaah islam- sungguh kenyataan yang menyayat hati dan akal sehat manusia.

Belum separuh buku ini kami baca, meskipun demikian kami telah bisa menangkap pesan dan nasihat agung yang tersimpan di dalamnya. Sebab, beberapa tahun yang silam, kami pun ditakdirkan untuk menjadi saksi hidup atas ‘berhalaisme’ di seputar kubur Kiyai dan Wali yang ada di salah satu wilayah pinggiran kota Gudeg ini. Kubur yang ramai oleh jama’ah. Mereka yang datang dari berbagai daerah untuk berdoa, berzikir, dan mengharap manfaat di sekitar kubur wali yang konon katanya cikal bakal penyebar Islam di Jogjakarta ini.

Pentingnya tauhid, bahaya syirik. Inilah pesan utama dalam buku yang ditulis oleh Ustadz Sufyan ini, semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik balasan. Sebuah materi dakwah yang sangat utama dan urgen, yang barangkali dianggap kurang menarik atau kurang megah bagi sebagian kalangan. Karena, bagi mereka tema-tema lain jauh lebih hangat dan lebih realistis. Seolah mereka lupa, bahwa sesungguhnya tema semacam inilah yang menjadi pusat perhatian dan misi besar dakwah para rasul ‘alaihimus salam di sepanjang jaman.

Tidak perlu kiranya kami sebutkan berbagai pertikaian dan carut-marut dunia dakwah Islam yang telah dan sedang menimpa bangsa ini, namun yang terpenting bagi kami adalah kesadaran di dalam diri kita masing-masing; bahwa kita teramat berhajat kepada dakwah tauhid ini jauh lebih besar daripada kebutuhan kita kepada air dan udara. Sebagaimana kalimat indah yang diucapkan salah seorang murid Syaikh al-Albani -ahli hadits abad ini- yaitu Syaikh Walid Saifun Nashr hafizhahullah, bahwa ‘kebutuhan kita kepada tauhid jauh lebih besar daripada kebutuhan kita kepada air dan udara’.

Demikia pula nasihat emas dari Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah kepada segenap da’i dan pendidik, yaitu di dalam ceramah beliau yang berjudul ‘Mazhahir Dha’fi al-‘Aqidah fi Hadzal ‘Ashr wa Thuruqu ‘Ilajiha’ -fenomena-fenomena kelemahan akidah di masa kini dan cara untuk mengobatinya- dimana di dalamnya beliau mengingatkan berbagai fenomena kelemahan akidah yang ada dan menggejala di tengah umat.

Diantara fenomena itu adalah -dengan ringkas- sebagai berikut :

  1. Meremehkan kedudukan/perkara tauhid
  2. Tidak perhatiannya para da’i terhadap hal ini
  3. Tidak adanya fokus dan arah yang jelas untuk materi-materi tauhid di berbagai metode pembelajaran di sekolah-sekolah atau institusi pendidikan
  4. Terpengaruh oleh propaganda dan kerancuan pemikiran yang ditebarkan oleh musuh-musuh Islam yang menggambarkan dakwah tauhid sebagai dakwah yang ekstrim dan menjadi cikal bakal pemahaman radikal

Kemudian, di dalam ceramahnya itu, Syaikh al-Fauzan pun memberikan kepada kita beberapa solusi dan langkah konkret bagi kita untuk mengatasi masalah ini, yaitu :

  1. Memahami ilmu mengenai akidah yang benar, dan hal ini tidak bisa terwujud kecuali dengan belajar [menimba ilmu] dan dakwah [mengajar]
  2. Keberadaan kekuasaan yang melindungi akidah ini dari tekanan dan gangguan orang-orang yang hendak mengabaikannya

Dan upaya untuk itu akan bisa tercapai apabila kita -terlebih lagi para pendidik- memiliki perhatian yang besar dalam masalah tauhid, kemudian harus diberikan porsi utama bagi materi-materi tauhid dalam berbagai level dan sistem pendidikan, selain itu harus dipilih para pengajar yang kapabel dan memiliki sifat nasihat kepada peserta didiknya; karena keberadaan sistem dan buku-buku tanpa pengajar yang kapabel dan berkomitmen tidak akan membuahkan hasil apa-apa, demikian papar Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah.

‘Tauhid Beres Negara Sukses’ kurang lebih inilah kesimpulan dan sekaligus harapan yang ada di benak para da’i tauhid dan pejuang-pejuang dakwah Islam. Karena tanpa tauhid, kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi justru akan membuahkan malapetaka dan kerusakan moral. Tanpa tauhid, manusia akan menjadi budak khurafat dan pemuja hawa nafsu, pengagung akal dan penyembah pikiran manusia.

Buku-buku tentang tauhid yang mendasar semisal Tsalatsat al-Ushul [Tiga Landasan Utama], al-Qawa’id al-Arba’ [Empat Kaidah Pokok], dan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah adalah seri buku-buku urgen yang selayaknya untuk dikaji dan disebarluaskan kepada masyarakat kita di segala penjuru Nusantara. Sebab dengan dakwah tauhid inilah akan terwujud ketentraman dan keberkahan hidup umat manusia.

Di sinilah, peran para da’i dan murobbi, untuk menjadi pelopor perbaikan negeri ini. Bukan di bawah semangat fanatisme kelompok dan kepartaian, akan tetapi di bawah semangat dan ruh ajaran Islam, yaitu tauhid dan keimanan.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan, dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82)

Wallahu a’lam bish shawaab.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 10, 2014 in Dakwah, Jalan Lurus, Pelajaran Berharga

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: