RSS

Merealisasikan Tauhid Dalam Kehidupan

03 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya, Allah pula yang melimpahkan kepada mereka nikmat-nikmat-Nya agar mereka merealisasikan syukur kepada-Nya.

Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, yang telah mendakwahkan tauhidullah serta bersabar dalam menghadapi berbagai rintangan di dalam menempuh jalan itu hingga kokohlah aqidah tauhid dan tumbanglah syirik beserta pemujanya.

Semoga keselamatan juga terlimpah kepada segenap pengikutnya dan sahabat-sahabatnya yang meniti jejaknya dan berjalan di atas jalan beliau serta berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad. (lihat mukadimah kitab I’anat al-Mustafid bi Syarh Kitab at-Tauhid oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah [1/5])

Amma ba’du.

Kedudukan aqidah [baca: tauhid] bagi ilmu maupun amal yang lain laksana pondasi bagi sebuah bangunan. Laksana pokok bagi sebatang pohon. Sebagaimana halnya sebuah bangunan tidak bisa berdiri tanpa pondasi dan pohon tidak akan tegak tanpa pokok-pokoknya, maka demikian pula amal dan ilmu yang dimiliki seseorang tidak akan bermanfaat tanpa aqidah yang lurus. Oleh sebab itu perhatian kepada masalah aqidah harus lebih diutamakan daripada perhatian kepada masalah-masalah apapun; apakah itu kebutuhan makanan, minuman, atau pakaian. Karena aqidah itulah yang akan membuahkan kehidupan yang sejati bagi seorang mukmin, yang dengannya jiwanya menjadi bersih, amalnya menjadi benar, ketaatannya diterima, dan derajatnya semakin meninggi di hadapan Allah ‘azza wa jalla (lihat mukadimah Tadzkiratul Mu’tasi Syarh Aqidah al-Hafizh Abdul Ghani al-Maqdisi oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafizhahullah, hal. 8)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman terdiri dari tujuh puluh sekian atau enam puluh sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaha illallah dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang keimanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa bagian iman yang paling utama adalah tauhid yang hukumnya wajib ‘ain atas setiap orang, dan itulah perkara yang tidaklah dianggap sah/benar cabang-cabang iman yang lain kecuali setelah sahnya hal ini (tauhid).” (lihat Syarh Muslim [2/88])

Oleh sebab itulah, pada kesempatan ini -dengan memohon taufik dari Allah dan bantuan-Nya- kami bermaksud menyajikan sebuah pembahasan dengan judul ‘Merealisasikan Tauhid Dalam Kehidupan’. Sebuah pembahasan yang dipandang sangat penting dan perlu untuk diketahui oleh setiap muslim dan muslimah. Karena ia berbicara tentang tujuan hidup kita di alam dunia ini dan misi utama dakwah para rasul ‘alaihimush shalatu was salam.

Seraya memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha tinggi, semoga Allah menjadikan pembahasan ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

Download E-Book Selengkapnya Di:

http://www.4shared.com/office/hinK9kM8/realisasi-tauhid.html [PDF]

http://www.4shared.com/office/g_qY6V5l/realisasi-tauhid.html [Word]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 3, 2013 in Dakwah, Kaidah Penting, Penjabaran

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: