RSS

Tangis Haru Syeikh al-Albani

11 Sep

Sumber: Halaman fb al-Akh Ibnu Daili -semoga Allah membalas kebaikannya-

Kisah mimpi seorang ukhti Aljazair yang bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jalannya diikuti oleh Syeikh Al-Albani. Sebuah percakapan seorang muslimah dengan Syeikh Al Albani yang berkomunikasi melalui telephone, pada saa…t Syeikh Al Albani sedang ceramah di suatu majelis ta’lim.yang menceritakan tentang mimpi tersebut bahwasanya Syeikh Al Albani telah mengikuti jalannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Muslimah tersebut bermaksud mengabarkan kepada beliau rahimahullah sebagai kabar gembira. Namun ternyata beliau rahimahullah menyambutnya dengan tangisan haru, karena merasa terlalu rendah untuk itu. Berikut terjemahan percakapan tersebut : Ukhti: Syeikh, seorang akhwat di Aljazair pernah bermimpi…mudah-mudahan ini adalah sebuah kabar gembira… Syeikh Al Albani: Khairan Rayti…(Semoga kebaikan yang ukhti saksikan) ! Ukhti : Insya Allah…Syeikh, apakah ada dalil yang menegaskan bahwa jika ada orang yang menceritakan mimpinya kepada kita, lalu kita mengatakan: Khairan rayti (semoga kebaikan yang engkau saksikan) ? Syeikh Al Albani : Tidak…ucapan ini tidak tsabit, tapi tidak mengapa untuk sesekali digunakan… Ukhti: Semoga Allah memberkahi Anda… Syeikh Al Albani : Semoga ukhti juga demikian… Ukhti : Baik, sang ukhti tersebut bermimpi melihat dirinya berada di sebuah balkon yang menghadap ke sebuah jalan….maka tiba-tiba di jalan itu, sang ukhti melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam…ukhti itu melihat saya berdiri di dekat Rasulullah dan saya tersenyum kepada beliau, lalu beliau pun tersenyum kepada saya … kemudian beliau berlalu meninggalkan jalan itu … tidak lama kemudian, kami melihat seorang Syeikh yang juga berjalan di jalan itu … kamipun mengucapkan salam kepadanya: “Assalamu ‘alaikum…” kemudian Syeikh itu menjawab: “Wa ‘alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…”,

Syeikh itu bertanya: “Apakah kalian melihat Rasulullah ? Kami pun menjawab: Iya, kami melihat beliau ….. Maka kami pun menunjukkan jalan yang dilalui (Rasulullah). Maka Syeikh itu pun menapaki jalan tepat di jejak kaki rasulullah dan mengikuti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ukhti tersebut bertanya kepada saya: Siapakah gerangan Syeikh itu ? Maka saya pun menjawab: (Dan ini mudah-mudahan kabar gembira untuk Anda, wahai Syeikh…) Itu adalah … Syeikh Al-Albani … (dan saya katakan bahwa mudah-mudahan ini adalah kabar gembira untuk Syeikh, bahwasanya Syeikh telah berjalan di atas jalan Sunnah…Insya Allah … ( TERDENGAR SYEIKH AL ALBANI MULAI SESENGGUKAN MENANGIS )

Ukhti: Bagaimana menurut Anda, wahai Syeikh ….. ? ( SYEIKH AL ALBANI HANYA TERDIAM DAN MENANGIS….LALU MENUTUP TELEPHONE…BELIAU DIAM DAN MENANGIS DALAM WAKTU YANG CUKUP LAMA…KEMUDIAN BELIAU MEMINTA MURID-MURIDNYA YANG HADIR DI MAJELIS ITU UNTUK PULANG … ) Syeikh Al Albani : Pulanglah kalian, wahai ikhwan … ”

Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah seorang penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak bisa mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” [ ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah – (61 – 101 H) ] [ Khalifah 8 Bani Umayyah – (99 – 101 H) ]

Dengarkan rekaman suara percakapan tersebut beserta terjemahnya ke dalam bahasa Inggris di link berikut ini http://alqiyamah.wordpress.com

Iklan
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2009 in Kisah

 

Tag: , , ,

8 responses to “Tangis Haru Syeikh al-Albani

  1. ibnu fauzy

    September 11, 2009 at 7:26 am

    semoga yang mengambil ilmu dari Syaikh Albani juga termasuk orang yang ittiba’

     
  2. kawanlama95

    September 11, 2009 at 7:49 am

    Setiap kisah selalu ada makna yang harus kita ambil, semoga kita menjadi pribadi yang kokoh amien. salam kenal

     
  3. dadan

    September 11, 2009 at 10:01 am

    Semoga Alloh merahamati beliau..

     
  4. Abu Ahmad

    September 12, 2009 at 2:03 pm

    Semoga Allah meredhai dan merahmati beliau sebagai seorang ulama yang disebutkan di dalam al-Qur’an, ulama yang takut kepada Allah, dimana ilmu yang di anugerahkan kepada beliau menjadi penerang, pelita bagi kaum muslimin dalam menapaki jalan kebenaran dan dapat mereduksi fitnah yang pernah dilemparkan kepada baliau. Saya bersama-sama zurriat-zurriat yang diamanahkan kepada kami berharap dan berdo’a semoga dapat mengikuti dan minimal mendekati jangan jauh dengan jalan yang telah dirintis beliau. Amin

     
  5. hasliansyah

    September 18, 2009 at 12:16 am

    kisah ini benar adanya saya pun pernah mengalaminya diwaktu pertama MENDAPATKANhidayah dariALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN PEYAYANG. AMIN

     
  6. Huda

    September 26, 2009 at 7:10 pm

    minta izin untuk merepost artikelnya

     
  7. Ari Wahyudi

    September 26, 2009 at 7:50 pm

    silahkan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: