RSS

HADITS TENTANG NADZAR

30 Jan

Hadits Pertama
Diriwayatkan di dalam shahih Bukhari, dari Aisyah radhiyallahu’anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bernadzar untuk menaati Allah maka taatilah, dan barangsiapa yang bernadzar untuk durhaka kepada Allah maka janganlah dia durhaka kepada-Nya.”

Kandungan hadits secara global
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang yang mengucapkan nadzar ketaatan untiuk menunaikan nadzarnya, seperti contohnya orang yang bernadzar shalat sunnah atau sedekah dan lain sebagainya dan beliau melarang orang yang mengucapkan nadzar maksiat untuk melakukan nadzarnya misalnya orang yang bernadzar menyembelih untuk selain Allah atau shalat di sisi kubur atau bersafar untuk mengunjungi kubur dan kemaksiatan yang lainnya.

Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits ini

  1. Nadzar adalah ibadah, maka memalingkannya kepada selain Allah adlah syirik
  2. Wajibnya menunaikan nadzar ketaatan
  3. Haramnya menunaikan nadzar maksiat

Hadits Kedua
Diriwayatkan dari Tsabit bin adh-Dhahhak, dia berkata; Ada seorang lelaki yang bernadzar untuk menyembelih onta di Buwanah -nama suatu tempat-, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepada orang-orang, “Apakah di sana dulu ada berhala jahiliyah yang disembah?”. Mereka menjawab, “Tidak ada”. Lalu beliau kembali bertanya, “Apakah di sana pernah diadakan perayaan hari raya mereka?”. Mereka menjawab, “Tidak.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tunaikan nadzarmu, karena tidak boleh menunaikan nazar untuk bermaksiat kepada Allah, dan tidak pula adalam urusan yang tidak dikuasai oleh anak Adam.” (HR. Abu Dawud dan sanadnya memenuhi syarat keduanya).

Kandungan hadits secara global
Periwayat hadits ini menyebutkan bahwa ada seorang lelaki yang mewajibkan dirinya untuk menyembelih seekor onta di tempat tertentu dalam rangka ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah. maka dia pun dating menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya apakah boleh dilaksanakan, maka Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam pun meminta keterangan lebih rinci tentang keadaan tempat itu; apakah sebelumnya di situ pernah ada sesembahan orang-orang musyrik atau dahulu mereka mengagungkannya dan berkumpul di sana? Maka ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengetahui bahwa tempat tersebut tidak digunakan untuk hal-hal terloarang itu smua maka beliau berfatwa agar nmadzar itu ditunaikan kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa nadzar yang tidak boleh ditunaikan adalah apabila yang dinadzarkan adalah untuk berbuat maksiat kepada Allah atau tidak berada di bawah kepemilikan orang yang bernadzar

Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits ini

  1. Terlarang menunaikan nadzar apabila berada di tempat yang dulunya pernah dijadikan tempat berhala meskipun sesudah berhala itu tidak ada lagi di sana
  2. Terlarang menunaikan nadzar di tempat yang dulunya digunakan untuk perayaan jahiliyah meskipun sudah tidak lagi digunakan
  3. Hendaknya seorang pemberi fatwa meminta keterangan yang rinci dari peminta fatwa sebelum dia memberikan fatwanya
  4. Menutup jalan yang mengantarkan kepada syirik
  5. Meninggalkan perbuatan menyerupai orang-orang musyrik dalm ibadah dan perayaan mereka meskipun tidak ada kesengajaan untuk melakukannya
  6. Menyembelih untuk Allah di tempat yang digunakan untuk menyembelih oleh orang-orang musyrik atau mereka gunakan untuk merayakan hari raya adalah maksiat
  7. Nadzar untuk bermaksiat tidak boleh ditunaikan
  8. Nadzar untuk melakukan sesuatu yang tidak dikuasai oleh orang yang bernadzar seperti misalnya dia mengatakan; untuk Allah aku bernadzar akan memerdekakan budak si fulan’ maka tidak boleh ditunaikan
  9. Wajibnya menunaikan nadzar yang terbebas dari maksiat dan masih termasuk dalam kepemilikan orang yang bernadzar
  10. Nadzar adalah ibadah sehingga tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah

Sumber : al-Mulakhkhash fi Syarh Kitab at-Tauhid karya Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 30, 2009 in Hukum

 

Tag: , ,

3 responses to “HADITS TENTANG NADZAR

  1. dedi heri yanto

    Januari 30, 2009 at 6:52 pm

    Sukron Atas Artikelnya Akh ana Jadi Sedikit FAham…..hukum tentang bernazar

     
  2. pian

    Maret 21, 2009 at 2:50 am

    kalo seandainya saya bernadzar ingin mendapatkan sesuatu tapi apa yang saya impikan tidak berhasil tapi saya menunaikan nadzar tsb. bagaimana hukumnya? halal, haram, makruh atau bagaimana dalam pandangan islam..

     
  3. wati

    Agustus 18, 2009 at 1:34 pm

    Ass.wr.wb. saya ingin menanyakan tentang 2 hal, semoga saya dapat terbantukan dengan jawaban bapak.

    1. Tentang Nadzar
    Kalau berkata saya menjual tanah ini untuk kemudian hasil penjualan ini saya gunakan untuk beribadah haji. Apakah yang demikian itu termasuk Nadzar?
    Kemudian kalau tidak ditepati dan uangnya dipergunakan untuk yang lainnya. Dan apakah hal tersebut perlu untuk bertobat kepada Allah Swt?
    Karena telah mengingkarinya. Mohon jawaban.

    2. Kemudian saya ingin menanyakan tentang:
    Saya seorang muslim yang sudah menikah. Kebetulan kakak dari ibu saya adalah seorang Nasrani. Dan setiap tanggal 25 Desember keluarga ibu selalu kumpul-kumpul utk makan-makan di rumah kakak ibu saya. Sedangkan saya dilarang suami untuk ikut , karena seperti merayakan Natal.
    Saya sudah menanyakan pada banyak orang, antara lain ada seorang ustad yang membolehkan karena niat kita kesana bukan untuk merayakan tapi untuk silaturahim dengan keluarga kakak ibu. Dan ada pula yang berkata kalau suami melarang maka kita harus patuh. Yang ingin saya tanyakan adalah adakah hadits yang menyebutkan tentang hal ini. Dan menurut bapak bagaimana?
    Karena usia kakak ibu juga sudah tidak muda lagi dan memang di saat Natal dan Idul Fitri itulah biasanya keluarga kumpul. Bukan saya membenarkan . Karena saya tahu untuk mengucapkan selamat saja kita tidak boleh. Mohon jawaban yang sejelas-jelasnya kalau memungkinkan.
    Terima kasih.Wass.wr.wb

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: