RSS

BOLEHKAH SHOLAT DI MASJID YANG MENGHADAP KUBUR?

07 Jan

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah pernah ditanya oleh para pemuda Indonesia dengan pertanyaan sebagai berikut : Apakah hukum shalat di masjid yang di depannya terdapat pekuburan?

Maka beliau menjawab :
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan segenap pengikut yang setia kepadanya. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba’du. Shalat di masjid yang di depannya terdapat pekuburan yang berada di luar dinding masjid adalah sah, sebab larangan shalat itu tertuju bagi masjid yang di dalamnya terdapat kubur, sebagaimana yang terdapat di dalam riwayat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam, beliau bersabda, “Bumi ini semuanya adalah masjid/tempat untuk shalat kecuali pekuburan dan kamar mandi.” Demikian pula terdapat di dalam Sahih Muslim dari hadits Jundub dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam, beliau bersabda, “Ingatlah sesungguhnya orang-orang sebelum kalian biasa menjadikan kubur nabi-nabi mereka dan orang-orang salih di antara mereka sebagai masjid/tempat ibadah. Ketahuilah, jangan kalian jadikan kubur-kubur sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian darinya.” Begitu pula hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian shalat menghadap kubur dan janganlah duduk di atasnya.” Larangan ini berlaku jika shalat itu dilakukan menghadapnya [kubur] tanpa ada penghalang atau dinding. Adapun apabila terdapat dinding atau penghalang sehingga kubur itu terletak di luar masjid maka shalat itu insya Allah tetap sah.

Diterjemahkan dari :
Tuhfat al-Mujib ‘ala As’ilah al-Hadhir wa al-Gharib, pasal As’ilah Syabab Andunisiya. Pertanyaan no 65. islamspirit.com

Faedah :
Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman hafizhahullah memiliki pendapat yang agak berbeda dalam hal ini. Beliau mengatakan, “Pendapat yang benar ialah [tetap] terlarang melakukan shalat di masjid yang terletak di antara kubur sampai terdapat batas tambahan di luar batas/dinding masjid yang dapat memisahkannya dengan [daerah] kubur, dan sesungguhnya dinding masjid belum dianggap cukup sebagai pembatas antara orang yang shalat dengan kubur tersebut.” (al-Muhkam al-Matin fi Ikhtishar al-Qaul al-Mubin, hal. 38).

Beliau juga menegaskan, “Dimakruhkannya shalat di masjid yang dibangun di [tanah] pekuburan tetap berlaku bagaimana pun kondisinya, sama saja apakah kubur itu terdapat di depan masjid atau di belakangnya, di sebelah kanan atau kirinya. Maka shalat di sana hukumnya makruh (dibenci) bagaimana pun keadaannya. Akan tetapi kemakruhan ini semakin bertambah keras jika shalat itu dikerjakan menghadap ke arah kubur, sebab orang yang mengerjakan shalat tersebut dalam kondisi ini telah melakukan dua penyelisihan ; [1] shalat di masjid seperti ini (yang dibangun di tanah pekuburan, pent), [2] yang berikutnya [dia] shalat mengarah ke kubur; sementara perbuatan itu jelas dilarang secara mutlak baik dilakukan di dalam (bangunan) masjid maupun bukan di masjid, hal itu berdasarkan dalil tegas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang melarangnya, pent).” (al-Qaul al-Mubin fi Akhtha’ al-Mushallin, hal. 73).

Iklan
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2009 in Fatwa, Hukum

 

Tag: , , ,

6 responses to “BOLEHKAH SHOLAT DI MASJID YANG MENGHADAP KUBUR?

  1. gusrafli gafur

    Januari 7, 2009 at 3:46 am

    kebenaran yang hakiki hanya milik Allah, perbedaan pendapat merupakan suatu rahmat, tanda manusia itu mempunyai otak untuk berfikir.

     
  2. Imoen

    Januari 7, 2009 at 4:27 am

    menurut saya untuk kehati-hatian, sebaiknya kita menghindari shalat di masjid yang terdapat kuburannya (di luar area masjid tentunya).bagaimana menurut antum mas???
    mas usul juga, snapshot-nya dimatiin aja…karena bikin lambat.

     
  3. dagoestan

    Januari 7, 2009 at 8:13 am

    kasus yang menjlimetkan adalah kasus masjid laweyan di solo.

     
  4. Ari Wahyudi

    Januari 7, 2009 at 10:58 pm

    Untuk akh Imoen
    Setuju akh, memang sebaiknya kita berhati-hati daripada terjerumus dalam yang diharamkan maka sebaiknya jangan shalat di masjid seperti itu. Tapi kalo misalnya sudah ada yang terlanjur shalat di situ, maka dalam pandangan Syaikh Muqbil -yang saya tangkap- maka hal itu tidak mengapa. Dan hal ini perlu juga untuk kita sampaikan agar kita tidak tergesa-gesa menuduh orang yang berbeda dengan pendapat kita tidak dengan mudahnya dianggap pengikut hawa nafsu atau ahlu bid’ah. Ini adalah amanat ilmiah, hendaknya kita semua bisa bersikap bijak. Allahul muwaffiq.

    Sebagian ulama salaf mengatakan, “Apabila kamu mengambil keringanan dari semua orang alim niscaya akan terkumpul padamu semua kejelekan.” Marilah kita bertakwa kepada Allah…

     
  5. Ari Wahyudi

    Januari 7, 2009 at 11:03 pm

    Untuk Gusrafli
    Betul, kebenaran datang dari Allah. Namun hal itu tidak bisa dijadikan dalil untuk menjustifikasi kesalahan dalam artian semua orang boleh berpendapat semaunya dengan alasan perbedaan adalah rahmat. Perlu kita ingat bahwa perbedaan itu ada yang boleh dan ada yang tidak. Mengatakan secara umum bahwa perbedaan pendapat adalah rahmat merupakan ungkapan yang perlu untuk diluruskan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (as-Sunnah).” (QS. an-Nisaa’ : 59). Semoga Allah menambahkan hidayah kepada kita semua…

     
  6. Julia Perez

    Januari 15, 2009 at 8:52 pm

    Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
    Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
    Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
    Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: