RSS

INGATLAH, DIA SELALU MENGAWASIMU!

02 Jan

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), ”Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian.” (QS. An Nisaa’ [4] : 1)

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Hendaknya engkau beribadah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya. Kalau engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia selalu melihatmu.” (HR. Muslim)

Abu Sulaiman rahimahullah mengatakan, ”Sesungguhnya orang yang benar-benar merugi itu adalah orang yang menampak-nampakkan amal kebaikannya di hadapan orang-orang sementara dia justru berterus terang berbuat kejelekan tatkala menyendiri dengan Dzat Yang lebih dekat dengan dirinya daripada urat nadinya sendiri.” (Jami’ al-‘Ulum, hal. 213)

Pada suatu saat sampai berita kepada Abu Bakar radhiyallahu’anhu tentang pujian orang-orang terhadap dirinya. Maka beliau pun berdoa kepada Allah, ”Ya Allah. Engkau lah yang lebih mengetahui diriku daripada aku sendiri. Dan aku lebih mengetahui diriku daripada mereka. Oleh sebab itu ya Allah, jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka kira. Dan janganlah Kau siksa aku karena akibat ucapan mereka. Dan ampunilah aku dengan kasih sayang-Mu atas segala sesuatu yang tidak mereka ketahui.” (Kitab az-Zuhd Nu’aim bin Hamad, dinukil dari Ma’alim, hal. 119)

Yahya bin Mu’adz rahimahullah mengatakan, ”Bukanlah orang yang jujur seorang yang mengaku mencintai Allah akan tetapi tidak menjaga aturan dan larangan-larangan-Nya.” (Jami’ al-‘Ulum, hal. 95). Imam asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan, ”Ada tiga perkara yang sulit dilakukan : bersikap dermawan dalam kondisi miskin, bersikap wara’ (berhati-hati dan menjauhi keharaman) ketika bersendirian, dan berterus terang dengan kebenaran di hadapan orang yang menjadi tumpuan harapan dan rasa takut.” (Jami’ al-‘Ulum, hal. 211).

Abul Jalad mengatakan rahimahullah, ”Allah ta’ala mewahyukan kepada salah seorang nabi : “Katakanlah kepada kaummu : Mengapa kalian menutup-nutupi dosa dari makhluk-Ku dan kalian justru menampak-nampakkan-Nya di hadapan-Ku. Kalau kalian meyakini Aku tidak melihat perbuatan kalian, sesungguhnya kalian telah musyrik kepada-Ku. Dan kalau kalian meyakini Aku melihat apa yang kalian kerjakan, lantas mengapa Aku menjadi pemerhati yang paling kalian remehkan ?” (Jami’ al-‘Ulum, hal. 211).

al-Junaid rahimahullah pernah ditanya : Kiat apakah yang bisa membantu seseorang agar bisa menggembleng dirinya untuk senantiasa menundukkan pandangan? Maka beliau menjawab, ”Yaitu dengan pengetahuanmu bahwa penglihatan Allah kepada dirimu lebih mendahului daripada pandanganmu kepada sesuatu yang kau lihat.” (Jami’ al-‘Ulum, hal. 212).

Abud Darda’ radhiyallahu’anhu mengatakan, ”Hendaknya kalian merasa takut dilaknat oleh hati orang-orang yang beriman dalam keadaan dia tidak sadar. Dia melakukan kemaksiatan kepada Allah tatkala sendirian kemudian Allah pun menanamkan rasa benci kepadanya di dalam hati orang-orang yang beriman.” (Jami’ al-‘Ulum, hal. 213).

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 2, 2009 in Jalan Lurus, Pelajaran Berharga

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: