RSS

TULUSKAH CINTAMU PADA-NYA?

17 Des

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah mengatakan :

Pokok dari tauhid dan ruhnya adalah memurnikan cinta hanya kepada Allah semata. Ia merupakan sumber penghambaan dan ketundukan diri kepada-Nya. Bahkan ia merupakan intisari dari hakikat ibadah. Tauhid pada diri seseorang tidak akan sempurna kecuali dengan menyempurnakan cintanya kepada Rabbnya. Kecintaan kepada-Nya mendahului kecintaannya kepada segala sesuatu dan mengalahkan itu semua, sehingga dia akan menimbang segala bentuk kecintaannya kepada apa saja dengan menundukkannya terhadap kecintaan kepada-Nya, yang dengan cinta itulah kebahagiaan hamba dan keberuntungannya akan sempurna.

Salah satu unsur yang melengkapi kecintaan tersebut adalah kecintaan fillah; yaitu tatkala seorang hamba mencintai amal dan orang-orang yang Allah cintai, demikian pula dia akan membenci amal atau orang-orang yang dibenci Allah. Dia akan membela wali-wali-Nya dan memusuhi musuh-musuh-Nya, dengan seperti itulah iman dan tauhid pada diri seorang hamba akan menjadi lengkap dan sempurna.

Adapun perbuatan mengangkat makhluk sebagai sekutu dalam hal cinta; di mana dia mencintai mereka sebagaimana cinta kepada Allah dan lebih mendahulukan ketaatan kepada mereka di atas ketaatan kepada Allah, merasa mendapatkan ketetapan hati dan ketenangan dengan mengingat mereka (pujaan selain Allah) dan berdoa kepada mereka. Maka perbuatan ini adalah tergolong syirik besar. Sebuah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah. Hati dari orang yang melakukan kesyirikan ini pun telah terputus dari petolongan dan perlindungan Dzat Yang Maha perkasa lagi Maha terpuji. Bahkan hatinya selalu bergantung dan bersandar kepada selain Allah, padahal sesuatu itu tidak menguasai apa pun untuknya. Perantara yang lemah ini dan dijadikan oleh orang-orang musyrik sebagai tempat bergantung dan menyandarkan hati mereka –kepada selain Allah- maka pada hari kiamat kelak [jalinan kasih sayang] itu akan lenyap dan terputus; padahal ketika itu dia sedang berada dalam kondisi paling membutuhkan [pahala] amalnya, pada saat itu kecintaan ini justru berubah menjadi kebencian dan permusuhan.

Perlu diketahui bahwa, kategori cinta itu ada tiga macam :
Pertama, cinta kepada Allah yang hal itu menjadi pokok keimanan dan sumber tauhid
Kedua, cinta fillah [cinta karena Allah] yaitu cinta kepada para nabi Allah, rasul-rasul-Nya dan para pengikut mereka, cinta kepada amal, tempat-tempat atau hal lain yang dicintai Allah. Cinta ini mengikuti kecintaan kepada Allah dan penyempurna baginya.
Ketiga
, cinta ma’allah [mencintai sekutu selain Allah], itu merupakan cintanya orang-orang musyrik kepada pujaan dan sesembahan mereka yang berujud pohon, batu, manusia, malaikat atau yang lainnya. Maka kecintaan semacam itu adalah pokok kesyirikan dan asasnya.
Di sana terdapat jenis cinta yang keempat yaitu; cinta yang sudah menjadi naluri manusia terhadap hal-hal yang disenangi dan dirasa cocok oleh jiwanya berupa makanan, minuman, pernikahan, pakaian, pergaulan, dan lain sebagainya. Cinta jenis ini, meskipun pada asalnya mubah namun apabila ia menjadi sarana yang membantu untuk mewujudkan kecintaan kepada Allah dan merealisisasikan ketundukan/ketaatan kepada-Nya, maka ia termasuk dalam cakupan ibadah. Akan tetapi apabila justru memalingkan orang dari hal itu dan memerantarai menuju perkara-perkara yang tidak disenangi oleh Allah, maka ia pun akan termasuk dalam cakupan hal yang terlarang. Dan kalau misalnya tidak ada kaitan dengan kedua tujuan di atas (mewujudkan sesuatu yang dicintai Allah atau dibenci-Nya), maka cinta seperti itu akan tetap berada pada status hukum asalnya yaitu tergolong perkara yang dibolehkan/mubah. Wallahu a’lam.

Sekian keterangan beliau.Diterjemahkan secara bebas dari Al-Qaul As-Sadid, hal. 95-97.
Maktabah Al-‘Ilmu Jeddah, 1411 H

Faedah
Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah mengatakan [Fath Al-Majid, 312] :

Salah satu tanda kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya adalah dengan mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang Dia benci sebagaimana Allah membencinya. Dia akan lebih mengutamakan keridhaan Allah di atas segala sesuatu selainnya. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai apa yang membuat Allah ridha. Dia akan menjauhi apa yang diharamkan Allah dan dia akan membencinya dengan amat sangat. Dia akan mengikuti ajaran rasul-Nya, melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah ta’ala (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada rasul itu maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. An-Nisaa’ : 80).

Oleh sebab itu barangsiapa yang mendahulukan perintah selainnya [selain rasul] di atas perintah beliau dan menyelisihi apa yang dilarangnya, maka itu adalah tanda ketiadaan cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Karena kecintaan kepada rasul itu sesungguhnya merupakan konsekuensi kecintaan kepada Allah. Barangsiapa cinta kepada Allah dan menaatinya, niscaya dia juga akan mencintai rasul dan menaatinya. Adapun orang yang tidak demikian [tidak cinta kepada Allah], maka hal itu juga tidak akan dia lakukan [menaati rasul-Nya]…

Saya [penulis] berkata :

Lalu siapakah di antara kita yang dengan berani mengatakan bahwa dirinya benar-benar telah mencintai Allah? Atau mungkin kita ini adalah para pemuja dunia, pecinta makhluk-makhluk lemah, dan orang yang cuek kepada Allah Yang Maha perkasa lagi Maha penyayang, Dzat yang setiap saat melihat gerak-gerik hati dan tingkah tangan dan kaki kita?

Ya Allah, hanya kepada-Mu lah kami mengadu dan mengeluhkan kekurang ajaran kami ini. Setiap detik Engkau curahkan nikmat dan petunjuk-Mu kepada kami, sementara kami justru membalas kebaikan-Mu dengan kelalaian dan kedurhakaan…

Allah ta’ala berfiman (yang artinya), “Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Maha Hidup Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqan : 58).

Rabbana zhalamna anfusana, wa in lam taghfirlana wa tarhamna lanakuunanna minal khasirin

Selesai disusun dengan segenap keterbatasan
Duha, 19 Dzulhijjah 1429H
oleh hamba yang fakir kepada rahmat-Nya

Abu Mushlih Ari Wahyudi
Semoga Allah mengampuninya

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 17, 2008 in Bersih Jiwa, Jalan Lurus, Penjabaran

 

Tag: , , ,

3 responses to “TULUSKAH CINTAMU PADA-NYA?

  1. myrazano

    Desember 17, 2008 at 1:17 pm

    Cinta kepada Allah adalah upaya / usaha untuk mendapatkan cinta-Nya
    Sepasang kekasih cenderung tidak punya waktu yang cukup untuk bercengkrama.

    salam kenal dari : http://mtrazano.com

    ditunggu kunjungannya

    terimakasih

     
  2. Muchlis Achmad Tahier

    Juli 13, 2009 at 9:25 pm

    Assalamu Alaikum Wr.Wb…
    Segala puji bagi Allah Swt karena hari ini saya di beri kesempatan untuk berkomentar dan aku ucapkan banyak terima kasih,sebelumnya saya minta maaf bila ada komentar saya yang menyinggung.

    Cinta kepada-Nya,
    Dialah Allah yang maha benar lagi yang menjelaskan ( Segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya ),Yang lebih benar dan lebih jelas daripada yang di lihat oleh mata . Dia tidak dapat di capai oleh akal dengan pembatasan , maka tiadalah dia di samakan ( dengan sesuatu ) . Tidak pula dia di timpa oleh waham dengan perkiraan , maka dia tidak dapat di serupakan . Tidak ada dalam keawalan-Nya permulaan , Dan tidak ada dalam ke azalian-Nya kesudahan ( kesirnaan ) . Dialah yang Awal dan senantiasa Awal ( Tidak berubah keadaan-Nya ), Dan dia maha kekal tanpa ada batas waktu ( Kematian ) . Dahi-dahi bersujud kepada-Nya dan bibir-bibirpu mentauhidkan-Nya. Dia membatasi segala sesuatu saat penciptaannya , yang menjadi penjelas bagi kesamaannya .

    Wassalam,
    Hanya kepada Allah lah kami memohon taufiq .

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: