RSS

TUNAIKAN PERINTAH RABBMU!

12 Nov

Allah berfirman, (artinya) “Rabbmu memerintahkan kamu supaya tidak beribadah kecuali kepada-Nya dan berbakti kepada kedua orang tua…” (QS. Al-Israa’ : 23)

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat ini:

1. Tauhid merupakan kewajiban yang pertama kali Allah perintahkan, dan ia juga merupakan hak yang paling besar yang wajib ditunaikan oleh setiap hamba
2. Kandungan makna yang serupa dengan makna kalimat la ilaha illallah yaitu berupa penafian dan penetapan. Sehingga di dalam ayat itu terdapat dalil yang menunjukkan bahwa tauhid tidak bisa tegak tanpa penafian dan penetapan; yaitu menafikan/menolak beribadah kepada selain Allah serta menetapkan ibadah itu hanya untuk Allah.
3. Besarnya hak kedua orang tua, tampak ketika Allah mengiringkan hak mereka berdua sesudah hak-Nya dan Allah sebutkan hal itu di urutan yang kedua.
4. Wajibnya berbakti kepada kedua orang tua dengan segala bentuk perbuatan baik; sebab di dalam ayat ini Allah tidak mengkhususkan jenis perbuatan baik tertentu tanpa menafikan yang lainnya.
5. Haramnya berbuat durhaka kepada kedua orang tua

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, dia berkata; Dahulu aku pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seekor keledai, beliau berkata kepadaku, “Hai Mu’adz, tahukah kamu apakah hak Allah atas hamba-hamba-Nya, dan apakah hak hamba kepada Allah?”. Kukatakan, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau berkata, “Hak Allah atas para hamba adalah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya barang sedikitpun. Sedangkan hak hamba kepada Allah adalah Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak mempersekutukan-Nya barang sedikitpun.” Maka aku katakan, “Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kukabarkan berita gembira ini kepada orang-orang?”. Beliau menjawab, “Jangan kau sebarkan dulu, nanti mereka akan menyandarkan diri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits ini

1. Kerendahan hati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tampak dari kemauan beliau mengendarai keledai serta memboncengkan orang di belakangnya, berbeda halnya dengan sikap orang-orang yang sombong
2. Bolehnya memboncengkan orang lain di atas kendaraan selama kendaraan/hewan tunggangan itu sanggup membawanya
3. Mengajar dengan metode tanya jawab
4. Orang yang ditanya tentang sesuatu yang tidak diketahuinya semestinya menjawab, “Allah yang lebih tahu.”
5. Menyadari hak Allah atas hamba-hamba-Nya yaitu beribadah kepada-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya
6. Orang yang tidak menjauhi syirik tidak dianggap menunaikan ibadah kepada Allah secara hakiki meskipun secara lahir tampaknya dia beribadah kepada-Nya
7. Keutamaan tauhid dan orang yang berpegang teguh dengannya
8. Tafsiran tauhid yaitu beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan syirik
9. Dianjurkan memberikan kabar gembira kepada sesama muslim dengan sesuatu yang dapat mengembirakan dirinya
10. Bolehnya menyembunyikan ilmu karena ada maslahat
11. Seorang murid hendaknya menjaga etika bersama gurunya

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 12, 2008 in Kaidah Penting, Penjabaran

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: