Di masa kita sekarang ini istilah jihad telah diselewengkan maknanya oleh sebagian kelompok. Menurut mereka aksi-aksi terorisme berupa bom bunuh diri, pembunuhan orang-orang kafir tanpa alasan yang benar, dan menimbulkan kekacauan merupakan bagian dari jihad. Sesungguhnya ini adalah kenyataan yang sangat menyedihkan.
Jihad vs Terorisme
Agustus 26, 2009 pada 4:45 pm (Pemurnian Ajaran)
Tags: Bom Bunuh Diri, Ilmu, Islam Radikal, Jihad, Terorisme
Rajin Pengajian Kok Sesat?
Agustus 15, 2009 pada 8:02 am (Dakwah, Fatwa, Hukum)
Tags: Jihad, Khawarij, Liberal, Muhkam, Mutasyabihat, Syubhat, Teroris
Apabila kita cermati munculnya fenomena aliran dan pemahaman yang menyimpang di kalangan umat Islam -seperti halnya kasus yang sedang banyak dibicarakan yaitu tentang terorisme berkedok jihad- boleh jadi akan banyak orang yang merasa heran bercampur kebingungan. Bagaimana bisa orang yang dikenal rajin beribadah, aktif mengikuti kegiatan keagamaan, dan menunjukkan semangat yang tinggi dalam berislam ikut terseret dalam pemahaman yang sesat?
Teroris Bukan Mujahid dan Bukan Mujtahid!
Agustus 9, 2009 pada 1:06 pm (Dakwah, Pelajaran Berharga)
Tags: Ijtihad, Jihad, Khawarij, Pengeboman, Teroris
Kaum muslimin, semoga Allah membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus. Di hari-hari ini kita bisa melihat dengan mata kepala kita, bagaimana sejarah perjuangan umat Islam kembali dinodai oleh ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Dengan seenaknya mereka melakukan tindak pengeboman, penghancuran, serta berupaya untuk mengacaukan ketentraman negeri kaum muslimin dengan kedok jihad dan ijtihad. Padahal, Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari apa yang mereka lakukan. Alangkah cocok sebuah bait syair yang menggambarkan keadaan orang-orang seperti mereka,
Bom Bunuh Diri Jihad?
Juli 31, 2009 pada 5:41 am (Dakwah)
Tags: Al Qo'idah, Bom Syahid, Jihad, Teror
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
Syaikh rahimahullah berkata tatkala menerangkan hadist tentang kisah “Ashabul Ukhdud” (orang-orang yang membuat parit), ketika menyebutkan faidah-faidah yang terdapat dalam kisah tersebut, ‘bahwasanya seseorang dibenaran mengorbankan dirinya untuk kepentingan otang banyak, karena pemuda ini memberitahukan kepada raja cara membunuhnya yaitu dengan mengambil anak panah milik pemuda itu” [1]
Akar Terorisme di Tubuh Umat
Juli 30, 2009 pada 7:23 am (Dakwah)
Tags: Al Qo'idah, Bom Bunuh Diri, Jihad, Khawarij, Pengeboman, Terorisme
Terorisme seringkali ditudingkan kepada umat Islam. Sebagian orang yang cemburu kepada agamanya mengira bahwa tudingan itu hanya sekedar propaganda barat untuk menjatuhkan harga diri kaum muslimin di mata dunia internasional. Sehingga mereka senantiasa menuduh barat (baca: Amerika, khususnya Yahudi) sebagai dalang di balik semua peristiwa semacam ini. Sebagian lagi justru sebaliknya, mengira bahwa terorisme -dengan melakukan pengeboman di tempat-tempat umum- merupakan bagian dari jihad fi sabilillah dan tergolong amal salih yang paling utama. Sehingga mereka beranggapan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah sosok mujahid dan mati syahid. Itulah sekilas dua cara pandang yang bertolak belakang mengenai berbagai peristiwa pengeboman yang terjadi di negeri-negeri Islam atau di negeri kafir yang banyak menelan korban warga sipil.
Aqidah kuat, bangsa hebat
Mei 31, 2009 pada 3:02 am (Kaidah Penting)
Tags: Aqidah, Dakwah, Iman, Jihad
Bukanlah sesuatu yang diragukan oleh setiap orang yang berakal bahwa berdirinya sebuah bangunan dengan kokoh tanpa pondasi merupakan perkara yang mustahil. Demikian pula agama ini, betapa sulit menemukan -atau bahkan tidak ada- sosok seorang muslim yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Islam dan menunaikan berbagai aturannya dengan konsisten kecuali mereka adalah sosok orang-orang yang beraqidah yang lurus.
Orang-Orang Yang Menang
April 5, 2009 pada 9:38 pm (Jalan Lurus)
Tags: Ahlus Sunnah, Dakwah, Jihad, Salafiyah
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ وَأَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ ابْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ قُتَيْبَةَ وَهُمْ كَذَلِكَ
MENEGAKKAN KEADILAN, BUKAN KEZALIMAN
Januari 22, 2009 pada 12:55 am (Pelajaran Berharga)
Tags: Dakwah, Jihad, Keadilan, Manhaj, Tauhid, Wahabi
Kalau kita berbicara soal keadilan, maka hampir setiap orang sepakat agar semua orang menegakkan keadilan. Namun, yang menjadi titik persengketaan adalah ketika manusia menerjemahkan keadilan dengan penafsiran yang menyimpang dari makna yang semestinya. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah memaparkan di dalam salah satu karyanya ‘Huquq da’at ilaihal fithrah wa qarrarat-ha as-syari’ah’ bahwa keadilan adalah; memberikan hak kepada setiap pemiliknya atau menempatkan segala sesuatu sesuai dengan kedudukan dan martabatnya.
KEBANGKITAN YANG DINANTIKAN
Januari 21, 2009 pada 8:21 am (Pemurnian Ajaran)
Tags: Dakwah, Jihad, Tauhid
Tidak ada orang yang senang hidup dalam kehinaan dan kerendahan. Oleh sebab itu kita saksikan banyak orang rela mencurahkan waktu dan tenaga serta pikirannya untuk mencapai kesuksesan dan kemuliaan. Sebagian orang memandang bahwa kemuliaan akan bisa digapai dengan memiliki banyak pengikut dan teman. Berdasarkan anggapan itu maka dia pun berusaha untuk meningkatkan jumlah pengikut pemikirannya dan memperbanyak jumlah teman demi tercapainya persatuan kekuatan yang dia dambakan. Sebagian yang lain menilai bahwa sumber keberhasilan itu akan diperoleh tatkala perekonomian telah mereka kuasai. Oleh karena itu mereka pun berusaha untuk memotivasi orang-orang untuk membangun usaha-usaha sebagai ‘mesin’ pencetak uang agar mereka bisa menjadi sebuah umat yang mandiri dan berkecukupan secara materi.
ILMU ADALAH ANUGERAH
Januari 2, 2009 pada 11:08 pm (Jalan Lurus)
Tags: Hati, Ilmu, Jihad, Prioritas
Ilmu adalah salah satu anugerah yang paling agung. Ketika menyebutkan berbagai macam kenikmatan dan karunia yang diberikan-Nya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah ta’ala menjadikan nikmat berupa al-Kitab dan al-Hikmah serta ilmu yang sebelumnya belum beliau ketahui sebagai salah satu karunia yang paling agung. Allah berfirman (yang artinya), ”Dan Allah menurunkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah (as-Sunnah), dan mengajarkan kepadamu sesuatu yang sebelumnya belum kamu ketahui. Maka karunia Allah atas dirimu itu sangatlah agung” (QS. An-Nisaa’ [4] : 113). (lihat al-‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 30).