RSS

MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLAH

05 Jan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363])

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.

Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan; suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisaa’ : 40). Maka beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” (HR. Bukhari [4763] dan Muslim [800]).

Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah, suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha, “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan, “Pada suatu malam, beliau (nabi) berkata, ‘Wahai Aisyah, biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku.’ Maka aku katakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. Namun saya juga merasa senang apa yang membuat anda senang.’ Aisyah menceritakan, ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat.’ Aisyah berkata, ‘Beliau terus menerus menangis sampai-sampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. Aisyah mengatakan, ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Aisyah melanjutkan, ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh). Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis, Bilal pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. Maka Nabi pun menjawab, ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku, sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya), “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi….dst sampai selesai” (QS. Ali Imran : 190).” (HR. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]).

Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. Kemudian ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”.

al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis, dan ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi.”

Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. Maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?!”. Maka beliau menjawab, “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. Namun, aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit, sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka, dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”.

Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampai-sampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya, dia menjawab, “Aku teringat akan sebuah dosaku, maka aku pun menangis.”

Saya [penyusun artikel] berkata: Kalau al-Hasan al-Bashri saja menangis sedemikian keras karena satu dosa yang diperbuatnya, lalu bagaimanakah lagi dengan orang yang mengingat bahwa jumlah dosanya tidak dapat lagi dihitung dengan jari tangan dan jari kaki? Laa haula wa laa quwwata illa billah! Alangkah jauhnya akhlak kita dibandingkan dengan akhlak para salafush shalih? Beginikah seorang salafi, wahai saudaraku? Tidakkah dosamu membuatmu menangis dan bertaubat kepada Rabbmu? “Apakah mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan kepada-Nya? Sementara Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (lihat QS. al-Maa’idah : 74). Aina nahnu min haa’ulaa’i? Aina nahnu min akhlagis salaf? Ya akhi, jadilah salafi sejati!

Disarikan dari al-Buka’ min Khas-yatillah, asbabuhu wa mawani’uhu wa thuruq tahshilihi, hal. 4-13 karya Abu Thariq Ihsan bin Muhammad bin ‘Ayish al-’Utaibi, tanpa penerbit, berupa file word.

About these ads
 
28 Komentar

Posted by pada Januari 5, 2009 in Bersih Jiwa

 

Tag: , , ,

28 responses to “MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLAH

  1. eko

    Januari 5, 2009 at 2:08 pm

    ane minta ijin copy

    sukron

     
  2. mohd fuad othman b jahidin

    Februari 9, 2009 at 9:52 pm

    Assalaamu ‘alaikum warahmatullah ,,,minta izin copy teks2 ustaz boleh???
    semoga ilmu ini boleh dikongsi bersama.. seperti sabda rasulullah saw
    ” Sampaikanlah apa yang kamu dapat daripadaku walau hanya seayat ”
    insyallah,semoga ustaz-ustaz diberkati dan dirahmati Allah SWT..amin

     
  3. Ari Wahyudi

    Februari 9, 2009 at 11:43 pm

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah, silakan akhi. Semoga bermanfaat, dan alangkah baik jika penyebutan shalawat tidak disingkat saw tapi disebut dengan lengkap. Jazakallahu khairan

     
  4. angga

    Maret 11, 2009 at 4:29 pm

    ijin copi

     
  5. Ari Wahyudi

    Maret 12, 2009 at 7:36 am

    Silakan

     
  6. mas mr

    April 12, 2009 at 10:43 am

    Assalamualaikum warahmatullah, semoga bermanfaat bagi ummat, saya membaca menangis karena takut kepada ALLAH Swt ini, ikut menangis, mau kemana kita dilempar oleh ALLAH Swt keneraka atau kesurga.

     
  7. raihan

    April 16, 2009 at 8:37 pm

    assalamu’alaikum.wr.wb.pak Ustadz saya mau minta ijin copy.

     
  8. Ari Wahyudi

    April 17, 2009 at 8:55 am

    wa’alaikumussalamwarahmatullah, silakan akh. ana hanya seorang pemula, belum pantes disebut ustadz

     
  9. Ummu Karima

    April 18, 2009 at 5:17 pm

    Mohon izin untuk mengcopy artikel2nya. Jazakallahukhair

     
  10. khadijah

    April 24, 2009 at 12:55 pm

    bissmillah,
    subhanallah, isinya bagus banget,
    semoga bisa sering2 di update.
    izin buat ngopi ustadz, insyaALLAH bermanfaat…
    jazakallah khoira

     
  11. Ummu Umar

    Mei 15, 2009 at 4:46 pm

    ijin copy

     
  12. tarwahab

    Mei 30, 2009 at 10:21 pm

    assalaamu alaikum,ijin copy yack.mudah2an ini bermanfaat bagi saya dan semua umat islam yg sudah membacanya.amin…

     
  13. Ari Wahyudi

    Mei 31, 2009 at 2:56 am

    wa’alaikumussalamwarahmatullah, silakan. semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kita

     
  14. engkaudanaku

    Juni 12, 2009 at 11:13 am

    Assalamu’alaikum, :)

    “…..Menangis….menangis….menangislah,…. karena semua akan dipertanggungjawabkan suatu hari nanti….”

    Wassalamu’alaikum,. :)

     
  15. didod soetomo

    Juni 12, 2009 at 3:02 pm

    Alhamdulillah, baca artikel Menangis, Subhanallah… Kalau saja kita tidak bisa merenungi makna ini, na’udzubillah min dzalik…

     
  16. ارديان

    Juli 2, 2009 at 11:15 am

    ana ijin copy paste ya akh ^_^

     
  17. mas mr

    Juli 6, 2009 at 2:02 pm

    Renungilah hai para pembaca, mudah2an kita sekalian diberkahi oleh ALLAH Swt. dan diberi petunjukNYA, Amiin ya Rabbal Alamiin.

     
  18. SUMARIYADI

    Agustus 1, 2009 at 10:02 pm

    asslmkm ….ustaz mohon kalau kata kata yang bermanfaat didunia dan akhirat tolong di kirimkan ke e mail: zuko_ary4@yahoo.com..assslmkm.

     
  19. Nasriah

    Agustus 5, 2009 at 9:31 am

    Assalamu alaikum Ustadz,,,
    afwan,,, ana ria ijin copy ya,, syukron,, wassalam

     
  20. Ari Wahyudi

    Agustus 5, 2009 at 11:03 am

    wa’alaikumussalamwarahmatullah, silakan

     
  21. eRwin wInata eL-shirazy

    September 5, 2009 at 2:20 am

    asllmualaikum wr wb…
    Izinkan saya copypaste tuk di teruskan ke umat muslim yg lain…
    alhamdulillah.. wsllm.. syukron…

     
  22. Erwin Nz

    September 7, 2009 at 2:18 pm

    Assalamualaikum warahmatullah,

    Tulisan anda sangat bagus, saya minta izin copy.. untuk di teruskan kepada saudara muslim kita yang lainnya.. boleh?
    Terimakasih sebelumnya,

    Wassalamualaikum warahmatullah.

     
  23. Ari Wahyudi

    September 7, 2009 at 11:27 pm

    wa ‘alaikumussalamwarahmatullah, segala puji hanya layak bagi Allah, silahkan

     
  24. damhur

    Juli 9, 2010 at 10:38 pm

    Assalamualaikum warahmatullah,
    mohon ijin tuk share
    Wassalamualaikum warahmatullah.

     
  25. Nasrullah

    Oktober 3, 2011 at 2:26 pm

    Alhamdullilah semoga Allah selalu menaungi orang-orang yang saling mencintai karenanya dan takut kepadanya hingga meneteskan air mata. Semoga saja bisa berangkat ke tanah suci.Amin

     
  26. Nicola Raditya

    Januari 29, 2013 at 12:33 pm

    Izinkan saya Copy Paste untuk menyebarkan kepada sahabat2 saya…

     
  27. Ari Wahyudi

    Februari 1, 2013 at 10:42 am

    ya silahkan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.888 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: